Penerapan teknologi informasi dalam perusahaan dalam mencapai
keunggulan strategis
Peran sistem informasi dalam suatu organisasi sangat
diperlukan untuk mendukung strategi bersaing bisnis sehingga keuntungan dapat diraih.
Pemanfaatan sistem informasi dalam suatu organisasi dapat optimal apabila
direncanakan dengan baik dalam suatu perencaan srategis. Salah satu stretegi
dalam meningkatkan daya saing adalah melalui pengembangan peran sistem
informasi dalam perusahaan. Jika sebelumnya peranan sistem informasi
hanya sebagai proses penunjang saja dalam memperoleh data dengan titik
berat pasa efisiensi biya operasional minimalisasi risiko operasi dari berbagai
fungsi perusahaan, maka pada saat ini peranannya telah berubah menjadi alat
strategik dalam perusahaan untuk meningkatkan kemampuan bersaingnya.
Secara khusus dapat dinyatakan bahwa penyusunan
dan pengembangan perencanaan strategi informasi merupakan upaya peningkatan
peranan fungsi dan nilai sistem informasi setiap unit kegiatan manajemen dan
operasinal perusahaan untuk meningkatkan kemampuan bersaingnya.
Perencanaan yang sering dilakukan oleh suatu
perusahaan, terutama sebelum mengambil suatu keputusan. Dengan dilakukannya
perencanaan maka diharapkan hasil atau target yang ingin dicapai mempunyai
gambaran berdasarkan tolak ukur dari perencanaan yang telah dilakukan
sebelumnya. Untuk melakukan perencanaan, dapat didukung oleh dua faktor, yaitu
computer dan komunikasi terutama dari pihak-pihak yang terkait dalam hal yang
ingin dilakukan. Kedua faktor tersebut dapat menggunakan tegnologi sistem
informasi sebagai penunjangnya.
1. Keunggulan
kompetitif
Menurut Tangkilisan, keunggulan kompetitif adalah
menunjuk pada kemampuan sebuah organisasi untuk memformulasikan strategi yang
menempatkannya pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan perusahaan
lainnya. Keunggulan kompetitif muncul bila pelanggan merasa bahwa mereka
menerima nilai lebih dari transaksi yang dilakukan dengan sebuah organisasi
pesaingnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh
Badudu-Zain, dinyatakan bahwa keunggulan kompetitif bersifat kompetisi dan
bersifat persaingan. Bertitik tolak dari kedua sumber diatas bahwa keunggulan
kompetitif adalah keunggulan yang dimiliki oleh organisasi dimana keunggulannya
dipergunakan untuk berkompetisi dan bersaing dengan organisasi lainnya untuk
mendapatkan sesuatu.
Keunggulan kompetitif adalah merujuk pada
kemampuan sebuah organisasi untuk memformulasikan strategi yang menempatkannya
pada suatu posisi yang menguntungkan berkaitan dengan perusahaan lainnya.
Keunggulan kompetitif muncul bila pelanggan merasa bahwa mereka menerima nilai
lebih dari transaksi yang dilakukan dengan sebuah organisasi pesaingnya
(Setiawan, 2006). Kemudian di dalam Kamus Bahasa Indonesia, dinyatakan bahwa
keunggulan kompetitif bersifat kompetisi dan bersifat persaingan.
2. Sumber
keunggulan kompetitif
Sumber kenggulan yang pertama, seseorang
merasakan value jika jasa/ produk yang ia nikamti sepadan atau lebih besar dari
biaya yang ia keluarkan. Contoh, anda potong rambut di salon yang sangat mahal.
Jika hanya melihat harga yang mahal anda pasti berpikir ulang untuk potong
rambut di sana rambut anda dipotong oleh pemotong rambut beberapa artis
terkenal. Karena ia tukang potong artis terkenal anda memperoleh value berupa
potongan ranmbut yang bagus dan juga rasa bangga anda jua sekelas dengan artis
paling tidak pada selera potong rambutnya.
Sumber keunggulan kompetitif yang kedua adalah
keunikan. Artinya adalah produk anda tidak mudah di contoh atau di-copy
oleh pesaing anda. Contoh anda mempunyai warung bakso yang cukup laris.
Tiba-tiba ada pesaing yang membuka warung bakso di dekat warung anda. Ia
menyajikan bakso dan aksesorisnya mirip dengan bakso di warung anda. Rasa
desain warung hingga seragam karyawannya sangat mirip dengan warung anda. Anda
mungkin akan kehilangan sebagian pelanggan anda bahkan munkin perpindahan
pelanggan bakso itu bisa makin besar jika pesaing anda iu menyajikan ‘value’
tambahan seperti kuah yang lebih gurih dan sebagainya.
Agar tidak tergerus oleh pesaing agresif itu
warung bakso anda harus unik rasanya harus ‘khas’ sedemikian rupa sehingga
pesaing anda suit untuk menirunya. Contoh kaldunya anda ‘kulakan’ langsung dari
pabrik abon di kota lain sehingga ‘kegurihan’ kuah bakso anda benar-benar mampu
membuat pembeli ketagihan. Jika itu bisa anda lakukan maka bisnis anda akan
lestari dan bahkan berkembang pesat.
1. 3. Dampak
sistem informasi strategis bagi manajer dan organisasi
Sistem
Informasi Strategis (SIS) adalah dukungan terhadap sistem yang ada dan membantu
dalam mencapai keunggulan kompetitif atas pesaing organisasi dalam hal adalah
tujuan.Sistem Informasi dapat mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan secara
keseluruhan sehingga dapat membantu perusahaan dalam persaingan bisnis dengan
perusahaan lainnya.
Hal
ini menciptakan sistem informasi strategis, sistem informasi yang mendukung
atau membentuk posisi kompetitif dan strategi dari perusahaan bisnis. Jadi,
sistem informasi strategis dapat berupa sistem informasi apapun (TPS,
SIM, DSS, dan lain-lain), yang menggunakan teknologi informasi untuk membantu
organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, mengurangi kelemahan kompetitif,
atau untuk memenuhi tujuan strategis perusahaan lainnya.
Dengan
adanya aplikasi teknologi informasi perusahaan dapat meningkatkan kinerja
operasional dan manajemen. Teknologi seperti otomatisasi kantor, otomatisasi
pabrik, sistem pemrosesan transaksi dan sistem manajemen database berpengaruh
pada kualitas organisasi
Sistem
informasi bagi manajer sangatlah penting baik untuk perusahaan kecil maupun
besar. Manajer harus mengidentifikasi jenis-jenis sistem yang dapat dijadikan
sebagai keunggulan strategis bagi organisasinya.
Namun
sampai saat ini sistem informasi baru memainkan peran yang teramat sedikit di
bidang produksi, distribusi dan penjualan produk maupun jasa. Peningkatan
produktivitas terhadap proses informasi menjadikannya sedikit berbeda dalam
produktivitas perusahaan.
Dalam hal ini ada tiga kunci utama
yang mendukung teknologi informasi yang dapat dijadikan aset perusahaan dalam
jangka panjang :
- Sumber Daya Manusia,
yaitu para staf penanggung jawab perencanaan dan pengembangan teknologi
informasi pada sebuah perusahaan, sehingga para staf tersebut benar-benar
memiliki tanggung jawab terhadap pengoperasian teknologi informasi.
- Teknologi,
Seluruh infrastruktur teknologi informasi, termasuk perangkat lunak dan
perangkat keras dipergunakan secara bersama-sama dalam proses operasional
perusahaan.
- Relasi, adalah
hubungan teknologi informasi dengan pihak manajemen perusahaan sebagai
pengambil keputusan (decision maker).
4. 4. Menggunakan Teknologi Informasi sebagai Keunggulan
Stategis
Terdapat banyak cara perusahaan
dapat memandang dan menggunakan teknologi informasi. Contohnya, perusahaan
dapat memilih untuk menggunakan sistem informasi secara strategis, atau
perusahaan dapat merasa puas dengan menggunakan TI untuk mendukung operasi
rutin yang efisien. Akan tetapi, jika perusahaan menekankan penggunaan strategi
bisnis dari teknologi informasi, manajemen perusahaan tersebut akan memandang
TI sebagai faktor pembeda kompetitif yang utama. Pihak manajemen kemudian akan
membentuk berbagai strategi bisnis yang akan memberi perusahaan keunggulan
besar dalam pasar tempat perusahaan bersaing.